Politisi PKN Thomas Gobai Serukan Penghentian Pembakaran Hutan dan Lahan di Paniai

Pania, Papua Tengah, SwaraRakyat.Com — Anggota DPRK Paniai sekaligus Wakil Ketua BAPENPERDA, Thomas Gobai, S.H., menyerukan penghentian segala bentuk pembakaran hutan dan lahan di wilayah Paniai, Papua Tengah. Politisi muda Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) itu menilai praktik tersebut berpotensi mengancam kelestarian lingkungan sekaligus ruang hidup masyarakat.

Seruan itu disampaikan Thomas dari kawasan pinggiran Danau Wissel Meren, Enarotali, Senin (25/8/2026), menyusul munculnya sejumlah titik api yang menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap kawasan hutan dan lingkungan di Paniai.

“Sebagai wakil rakyat Wilayah 1, saya menolak keras segala bentuk pembakaran hutan dan lahan di wilayah Paniai dengan alasan apa pun. Tindakan ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, menghancurkan habitat satwa, dan membahayakan masa depan anak cucu kita di Tanah Wissel Meren,” kata Thomas.

Menurut dia, hutan Paniai bukan sekadar bentang alam, melainkan bagian penting dari kehidupan masyarakat, termasuk sumber penghidupan, ruang budaya, serta warisan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya.

Karena itu, Thomas mengajak pemerintah daerah, masyarakat, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan kalangan pemuda untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga hutan dan mencegah terjadinya pembakaran.

“Jaga hutan untuk kehidupan. Jaga alam untuk kita semua. Jaga kehidupan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Thomas juga meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Penegakan hukum, menurut dia, perlu dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan agar menggunakan metode yang ramah lingkungan dan menghindari penggunaan api yang dapat memicu kebakaran serta meluas ke kawasan hutan.

Thomas menegaskan, perlindungan lingkungan harus ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Menjaga hutan berarti menjaga kesehatan masyarakat, keberlanjutan ekosistem, dan masa depan generasi Paniai.

“Paniai Papua Tengah harus tetap aman, damai, dan lestari. Mari kita rawat bersama kehijauan alam kita,” pungkasnya.

Lima Sikap Thomas Gobai

  1. Menolak segala bentuk pembakaran hutan dan lahan di wilayah Paniai.
  2. Mendorong perlindungan hutan sebagai bagian dari perlindungan kehidupan dan masa depan masyarakat.
  3. Mengajak pemerintah, masyarakat, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda bersama-sama menjaga kelestarian hutan.
  4. Mendesak penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
  5. Mendorong pembukaan lahan dengan cara yang ramah lingkungan untuk menjaga Paniai tetap aman, damai, dan lestari. (Sang)