JAKARTA, Swararakyat.com – Ketua Umum Perserikatan Baramuda Indonesia (PBI) Ferdiansyah Rusman mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, menyusul viralnya potongan video Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang menyinggung kemungkinan dinamika politik bergerak lebih cepat dari Pemilu 2029.
Berita Terkait: Nasib Pemerintahan Prabowo, Budi Arie: Insting Saya Tak Sampai 2029
Hal tersebut disampaikan Ferdiansyah saat dihubungi Swararakyat.com, Selasa (25/8/2026).
Menurut Ferdiansyah, potongan video atau pernyataan tanpa konteks utuh sangat mudah menimbulkan persepsi berbeda. Karena itu, masyarakat perlu melihat informasi secara lengkap dan melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Baca Juga: Megawati Sentil Prabowo Soal Antikorupsi: “Carane Supaya Gak Korupsi Iku Opo, Pak?”
“Publik jangan mudah percaya dengan potongan-potongan informasi yang beredar. Kita harus melihat konteksnya secara utuh dan melakukan verifikasi sebelum mengambil kesimpulan,” kata Ferdiansyah kepada Swararakyat.com.
Ia menilai isu politik yang menyangkut agenda nasional, termasuk Pemilu 2029, perlu disikapi secara hati-hati. Informasi yang belum terkonfirmasi, menurutnya, tidak seharusnya langsung dianggap sebagai keputusan atau kebijakan resmi.
Ferdiansyah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berkembang di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat sebuah pernyataan dapat dengan cepat dipotong, disebarkan kembali, dan diberi narasi baru yang belum tentu sesuai dengan konteks awal.
“Jangan sampai masyarakat mengambil kesimpulan hanya dari beberapa detik video. Apalagi kalau kemudian ditambahkan narasi yang membuat situasinya seolah-olah sudah ada keputusan politik tertentu,” ujarnya.
Sebelumnya, potongan video Budi Arie viral di media sosial setelah dirinya menyampaikan kemungkinan konstelasi politik bergerak lebih cepat dari 2029. Dalam video tersebut, Budi Arie juga menyinggung kemungkinan terjadinya percepatan dan kesiapan menghadapi berbagai situasi politik.
Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Projo Fredy Alex Damanik menjelaskan bahwa video yang beredar bukan rekaman utuh. Menurutnya, pernyataan Budi Arie disampaikan dalam forum silaturahmi Bulan Kemerdekaan antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan para relawannya.
Fredy menyebut forum tersebut menjadi ruang diskusi untuk memotret situasi kebangsaan dan membahas berbagai kemungkinan serta solusi menghadapi perkembangan yang ada.
Ferdiansyah menegaskan, masyarakat sebaiknya menunggu penjelasan dan informasi resmi dari pihak yang berwenang apabila muncul isu terkait agenda ketatanegaraan.
“Kalau menyangkut agenda negara, tentu acuannya bukan potongan video atau spekulasi di media sosial, tetapi konstitusi, aturan yang berlaku, dan keputusan resmi lembaga negara,” kata Ferdiansyah.
Ia mengajak masyarakat tetap tenang, kritis, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar dinamika politik tidak berkembang menjadi keresahan di tengah masyarakat. (*)













