Bisnis  

Rupiah Terancam Tembus Rp 18.000, Susi Pudjiastuti Soroti Fenomena Judol dan Pinjol

Jakarta – Nilai tukar Rupiah diprediksi para pakar berpotensi melemah hingga menyentuh angka Rp 18.000 per Dolar AS.

Pelemahan ini dipicu oleh dinamika ekonomi global yang tidak menentu, yang memberikan tekanan besar terhadap stabilitas mata uang Garuda dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi situasi ini, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, turut memberikan pandangannya melalui akun X pribadinya.

Susi menilai bahwa pelemahan mata uang sebenarnya merupakan fenomena global yang juga dialami oleh negara lain.

“Sebetulnya dari pengamatan saya sebagai orang awam enam bulan terakhir mata uang yang terdepresiasi bukan hanya Rupiah, Yen juga up & down cukup signifikan. USD $ sendiri terdepresiasi terhadap mata uang lainnya cukup dalam,” tulis Susi sembari menandai akun Presiden Prabowo dan kementerian terkait.

Namun, alih-alih hanya terpaku pada fluktuasi kurs, Susi menekankan bahwa ada ancaman domestik yang jauh lebih mengkhawatirkan bagi ketahanan ekonomi masyarakat bawah.

Menurutnya, maraknya Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal jauh lebih berbahaya karena secara masif menyedot likuiditas dari kantong masyarakat kecil.

Ia berharap pemerintah memberikan perhatian serius pada fenomena sosial-ekonomi tersebut agar daya beli masyarakat tidak semakin tergerus di tengah melemahnya nilai tukar.(red)