Daerah  

Silaturrahmi Niniak Mamak Se Sumbar “Baiyo Batido”

Walikota Padang bersama niniak mamak

Swararakyat.com, Padang – Silaturrahmi yang dihadiri kurang lebih 1.200 orang Ketua dan Sekretaris KAN se-Sumbar, Ketua dan Sekretaris LKAAM Kecamatan se-Sumbar, Ketua dan Sekretaris LKAAM Kabupaten/Kota se-Sumbar serta Pengurus LKAAM Sumbar bersama Menteri ATR/BPN Republik Indonesia, Anggota DPR & DPD RI asal Minangkabau. bertempat di Auditorium UNP JIn. Prof. Hamka Air Tawar Kota Padang. Minggu (13/4/2025).

Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Datuk Nan Sati, M.Si. dalam sambutannya pada kegiatan Dalam acara Silaturrahmi Kementrian ATR/BPN RI, Gubernur dan Forkopimda Sumatera Barat dengan Niniak Mamak se Sumatera Barat “Baiyo Batido” kusuik manyalasai, karuah mampajaniah.

Terkait tanah ulayat Fauzi Bahar Datuak nan Sati mengajak niniak mamak membuka ruang, melonggarkan dan memudahkan untuk mendaftarkan sertifikat komunal agar tanah pusako tinggi tersebut sulit atau tidak bisa dijual atau digadaikan.

Silaturrahmi ini juga mengusung “ Basamo Mangko Manjadi, Saikek Sakabek Arek”. Terkait Restorative Justise, dilakukan ikrar bersama niniak mamak dan Kapolda Sumbar bersepakat menyelesaikan persoalan anak keponakan dengan cara Restorasi Justise sesuai ketentuan yang berlaku ujar Ketua LKAAM Sumbar.

Sementara Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Republik Indonesia Ossy Dermawan, B.S, M.Sc. membahas rencana sosialisasi sertifikasi tanah ulayat di ranah minang dan ini sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat adat akan legalitas tanah ulayat.

Dilibatkannya niniak mamak dan pemangku adat oleh Kementerian ATR/BPN dalam legalitas tanah ulayat sehingga bisa memahami urgensi dan pentingnya tanah ulayat mencerminkan kepemilikan sah suku atau kaumnya sangat penting demi kepastian hukum.

Disela-sela ajang Silaturrahmi tersebut Walikota Padang sempat didaulat berfoto bersama dengan beberapa niniak mamak Luak Nan Tuo di depan Auditorium dan meyempatkan berpesan, “jangan cemas mensertifikatkan tanah ulayat kaum”. (HAQ)