Target 17 Geopark Dunia! Bappenas Kumpulkan Para Pemimpin Daerah, Lahirkan Komitmen Besar untuk Selamatkan Warisan Bumi Indonesia

Foto: Biro Humas Kementerian PPN/Bappenas

Jakarta, Swararakyat.com – Bappenas mempertemukan para pemangku kepentingan kunci dalam Indonesia’s Geopark Leader Forum dan menghasilkan deklarasi komitmen bersama untuk memperkuat pengembangan geopark berkelanjutan di Indonesia. Pertemuan yang digelar di Jakarta, Rabu (3/12), menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan geopark terbanyak di dunia, setelah dua kawasan baru Geopark Kebumen dan Geopark Meratus diakui sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) pada April 2025. Dengan penetapan itu, jumlah geopark Indonesia yang masuk daftar UGGp kini mencapai 12.

Foto: Biro Humas Kementerian PPN/Bappenas

Dalam RPJMN 2025-2029, pemerintah menargetkan Indonesia memiliki 17 UGGp pada tahun 2029. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa geopark harus menjadi “laboratorium alam terbuka” yang memupuk literasi lingkungan dan budaya bagi generasi mendatang.

Menteri Rachmat menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan geopark tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, tetapi juga pada komitmen kolektif kepala daerah dan Badan Pengelola Geopark. Kepala daerah disebut memainkan peran sebagai champion yang mendorong inovasi, menjembatani kolaborasi, serta memastikan tata kelola dan pendanaan berjalan efektif.

Forum tersebut menghasilkan deklarasi komitmen para pimpinan daerah di kawasan geopark. Isi komitmen mencakup:

sinkronisasi kebijakan pengembangan geopark dengan perencanaan dan penganggaran daerah, perlindungan warisan geologi, ekologi, dan budaya, peningkatan edukasi serta pengembangan riset dan teknologi, penguatan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, dan perluasan kemitraan lintas sektor.

Menteri Rachmat juga menyoroti pentingnya penerapan quality tourism, penguatan SDM, dan inovasi melalui Geopark Center of Excellence (CoE) untuk meningkatkan nilai tambah geopark di tingkat lokal.

“Kami kembali mengajak para kepala daerah dan seluruh geoparkians untuk memperkuat komitmen dalam membangun pengetahuan untuk pengembangan geopark. Semoga forum ini memberi manfaat bagi perluasan wawasan geopark dan kolaborasi,” ujar Menteri Rachmat menutup forum. (*)