Tragedi di Sidoarjo: Mushola Pesantren Ambruk Saat Jamaah Salat Ashar

Foto: Istimewa

Sidoarjo, Swararakyat.com – Mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, mendadak ambruk saat puluhan santri sedang Salat Ashar berjamaah, Senin (29/9/2025) sore. Peristiwa ini menimbulkan kepanikan, sejumlah santri mengalami luka-luka dan masih ada yang terjebak di reruntuhan.

Kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan santri, lantai mushola yang berada di lantai dua tiba-tiba bergetar sebelum akhirnya runtuh.

“Awalnya terasa goyang, terus langsung ambruk,” kata Wahid, salah satu santri yang selamat.

Ketua RT setempat, Munir, menyebut ia mendengar suara gemuruh keras dari arah pondok. “Seperti suara gempa, bangunan bergetar dan terdengar suara roboh,” ujarnya.

Bangunan mushola yang ambruk diketahui masih dalam tahap pembangunan. Bagian lantai dua dan sebagian lantai tiga yang digunakan untuk kegiatan ibadah mengalami keruntuhan paling parah.

Tim gabungan dari BPBD Sidoarjo, TNI, Polri, relawan, serta warga langsung mengevakuasi para korban. Sedikitnya 15 ambulans dikerahkan ke lokasi untuk membawa korban ke rumah sakit terdekat.

Update Korban

Bupati Sidoarjo menyebut total ada 84 santri menjadi korban akibat peristiwa ini. Dari jumlah tersebut, 32 santri mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan, sementara 1 santri dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal diketahui bernama Alfian Ibrahim (11), santri asal Bangkalan, Madura.

Hingga malam ini, proses evakuasi masih berlangsung karena petugas masih mencari kemungkinan korban yang terjebak di bawah puing-puing bangunan. Alat berat sudah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.

Penyelidikan dan Tindakan Lanjut
Pihak pondok pesantren belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab ambruknya mushola. Namun dugaan awal menyebutkan ada kelemahan struktur karena bangunan masih dalam proses pengecoran lantai dua. Aparat kepolisian dan tim forensik akan melakukan olah TKP setelah evakuasi dinyatakan selesai.

Aktivitas ibadah dan pembelajaran di kawasan pondok untuk sementara dihentikan. Warga sekitar juga diminta menjauhi lokasi hingga kondisi dinyatakan aman.(*)