Jakarta,SwaraRakyat.Com – Dalam sepekan terakhir, publik Indonesia disuguhi dua pemandangan kontras. Di satu sisi, panen perdana lobster di Batam yang penuh energi muda dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di sisi lain, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Bali yang tengah dilanda banjir. Dua momen ini bukan hanya soal lobster atau lumpur, tapi juga membuka obrolan tentang stamina pemimpin negeri.
Di Batam, Gibran (38) tampil gesit. Bersama Titiek Soeharto dan Selvi Ananda, ia turun langsung ke keramba, menangkap lobster dengan tangannya, sambil bercanda dengan nelayan. Energinya membuat acara terasa hidup lebih mirip konten vlog ketimbang seremoni birokrasi.
Gibran berada di usia produktif dengan metabolisme stabil. Dengan cukup tidur dan sarapan sehat, ia bisa langsung tancap gas. Namun, pola makan di lapangan yang kadang tidak teratur tetap bisa memengaruhi stamina.
Sementara itu, Prabowo (74) hadir dengan aura serius saat meninjau banjir di Badung. Sepatu boots kuningnya mencuri perhatian, tapi publik lebih memperhatikan stamina sang Presiden. Usai lawatan ke Qatar dan Uni Emirat Arab, ia langsung ke Bali, berjalan di gang sempit penuh lumpur, bercakap panjang dengan warga, lalu memimpin koordinasi penanganan bencana.
Beban fisik itu jelas tinggi untuk usia senior. Mobilitas tinggi berisiko membuat tubuh cepat lelah, apalagi bila pola makan masih condong pada makanan berat.
Dr. Ratna Widyastuti, ahli gizi klinis, menegaskan,“Pemimpin boleh sibuk, tapi tubuh tetap harus dijaga. Minum air putih, makan sayur, tidur cukup. Politik keras, tapi badan jangan dipaksa sampai rusak.(14/09)”
Pengamat politik dan hukum Fredi Moses Ulemlem menambahkan,
“Stamina bukan cuma soal fisik, tapi juga simbol komitmen. Kalau energi habis buat seremonial doang, rakyat bisa kehilangan harapan.(14/09)”
Panen lobster jadi simbol energi generasi muda, sementara banjir Bali menguji daya tahan generasi senior. Publik pun mulai membandingkan, energi generasi muda yang lincah dengan pengalaman generasi senior yang stamina-nya terus diuji.
Di era media sosial, isu stamina pemimpin cepat viral jadi bahan obrolan warung kopi sampai trending di Twitter. Rakyat semakin kritis,bukan hanya janji politik yang diuji, tapi juga ketahanan tubuh pemimpin saat turun langsung ke lapangan.
Netizen juga mengingat momen kampanye 2024, ketika Gibran berkata “Tenang Pak Prabowo, saya sudah ada di sini.” Ucapan itu kini terasa nyata. Gibran seakan menjadi “power bank” politik yang bisa mendukung energi Presiden di saat krusial.
Untung ada Gibran, sehingga roda politik tetap berjalan lancar. Menuju 2029, publik jelas ingin keduanya tetap fit bukan cuma secara visi, tapi juga stamina fisik.(sang)











