Daerah  

Viral! Inkonsistensi Juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar Tuai Kritik Pedas Netizen

PONTIANAK – Pelaksanaan babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendadak viral di media sosial. Bukannya menuai prestasi, acara ini justru memicu kontroversi akibat keputusan juri yang dinilai tidak konsisten dan mencederai nilai-nilai sportivitas.

Kronologi Kejadian

Kericuhan bermula saat salah satu sesi tanya jawab. Seorang siswa dari SMA Negeri 1 Pontianak memberikan jawaban atas pertanyaan juri, namun jawaban tersebut dinyatakan salah.

Tak lama berselang, peserta lain memberikan jawaban yang secara substansi sama, namun juri justru memberikan nilai benar.

Perbedaan perlakuan terhadap jawaban yang identik ini memicu protes keras, baik dari peserta yang bersangkutan maupun dari pihak sekolah.

Sorotan Netizen: “Merusak Nilai Pilar Sendiri”

Video cuplikan kejadian tersebut tersebar luas dan memancing kemarahan warganet. Banyak yang menilai insiden ini adalah bentuk inkompetensi nyata dari pihak penyelenggara, mulai dari moderator hingga dewan juri.

Beberapa poin kritik utama yang beredar di media sosial meliputi:

Ketidakadilan: Juri dianggap tidak objektif dan terkesan memihak.

Ironi Nilai: Netizen menyayangkan lomba yang mengusung nilai kebangsaan dan konstitusi justru dipimpin oleh juri yang dianggap melanggar prinsip keadilan.

Representasi Buruk: Sebagian warganet menyebut insiden ini sebagai cerminan sistem di mana “pihak berkuasa” enggan mengakui kesalahan meski fakta sudah jelas.

Identitas Dewan Juri

Diketahui, dua sosok yang menjadi sorotan dalam penjurian tersebut adalah pejabat dari Sekretariat Jenderal MPR RI, yakni:

Dyastasita (Kepala Biro Pengkajian Konstitusi, MPR RI)

Indri Wahyuni (Kepala Bagian Badan Sosialisasi Setjen MPR RI)

Langkah Tegas SMAN 1 Pontianak

Menanggapi ketidakadilan tersebut, pihak SMA Negeri 1 Pontianak tidak tinggal diam. Melalui akun media sosial resminya, mereka melayangkan protes terbuka atas hasil yang merugikan siswanya. Sikap berani siswa yang tetap teguh pada kebenaran di atas panggung pun mendapat apresiasi luas dari publik.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak MPR RI terkait evaluasi proses penjurian dalam kompetensi tingkat daerah tersebut.(Red)