Jakarta, Swararakyat.com – Sekitar 50 kiai dari berbagai daerah menyatakan tidak ada pemakzulan terhadap Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dalam pertemuan silaturahim alim ulama di Gedung PBNU, Minggu malam (23/11).
Katib Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, menegaskan seluruh peserta sepakat bahwa kepemimpinan Gus Yahya harus berjalan hingga akhir masa jabatan menjelang Muktamar. Ia menambahkan, pergantian pengurus hanya bisa dilakukan melalui mekanisme resmi AD/ART, bukan lewat rapat harian atau desakan pihak tertentu.
Gus Yahya menyambut pernyataan para kiai dan menegaskan tidak berniat mundur. Ia mengatakan hingga kini tidak menerima surat resmi terkait desakan pemakzulan, serta menyebut rapat harian Syuriyah “tidak memiliki kewenangan” untuk memberhentikan ketua umum.
Ketegangan internal sebelumnya muncul setelah beredarnya risalah rapat Syuriyah yang menyebut permintaan agar Gus Yahya mundur. Para kiai kini mendorong proses islah dan penyelesaian masalah melalui forum yang lebih besar di pesantren serta tetap berpegang pada AD/ART NU.
Dengan kesepakatan ini, PBNU menegaskan bahwa tidak ada perubahan kepemimpinan hingga muktamar berikutnya. (*)











