Geoffrey Hinton Peringatkan Dampak Buruk AI: “Tak Ada Lagi Pekerjaan untuk Dituju”

Geoffrey Hinton

Jakarta, Swrarakyat.com – Pakar kecerdasan buatan Geoffrey Hinton kembali menyuarakan kekhawatiran serius tentang masa depan dunia kerja di tengah percepatan adopsi teknologi AI. Dalam diskusi publik bersama Senator Amerika Serikat Bernie Sanders di Universitas Georgetown, Hinton menilai perkembangan AI saat ini berpotensi mengguncang fondasi sosial dan ekonomi masyarakat.

Hinton, yang sering dijuluki Bapak AI, menegaskan bahwa revolusi teknologi kali ini berbeda dari perubahan besar sebelumnya. Jika dulu inovasi menciptakan jenis pekerjaan baru untuk menggantikan yang hilang, ia menilai era kecerdasan buatan justru berisiko menghapus kesempatan kerja tanpa menciptakan alternatif.

“Orang-orang yang pekerjaannya hilang tidak akan memiliki pekerjaan lain untuk dituju,” kata Hinton dalam forum tersebut. Ia menambahkan, jika AI mencapai atau melampaui kecerdasan manusia, hampir semua jenis pekerjaan bisa diambil alih oleh sistem cerdas.

Menurut laporan Business Insider yang dikutip pada Minggu (30/11/2025), Hinton menilai para pemimpin teknologi kini mengambil risiko besar dengan mempertaruhkan jutaan pekerjaan pada mesin. Ia memperingatkan bahwa bila skenario ini benar terjadi, dampaknya dapat menjadi fatal bagi stabilitas sosial dan ekonomi.

Peringatan Hinton semakin menambah daftar kekhawatiran global tentang bagaimana AI akan membentuk masa depan pekerjaan, kebijakan, dan kehidupan masyarakat. (*)