Purwakarta, 20 Juni 2026 – Pelantikan Pengurus JATMAN Idharah Ghusniyah dari 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta tidak hanya menjadi momentum penguatan organisasi keagamaan, tetapi juga menampilkan wajah kerukunan, kebersamaan, dan persaudaraan kebangsaan yang hidup di tengah masyarakat Purwakarta.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh agama dari berbagai keyakinan hadir dan berbaur bersama para ulama, masyayikh, pengurus JATMAN, serta jamaah yang memadati lokasi kegiatan. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata semangat toleransi dan penghormatan antarumat beragama yang selama ini terjaga dengan baik di Kabupaten Purwakarta.

Dari kalangan Kristen dan Protestan hadir H. Situmorang dari GKPB Surya Pengharapan, Yeremia dari GKIN, serta Sifron Nehemia dari GPDI Elgibbor. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Dari unsur umat Hindu hadir I Komang Suprenata bersama I Yoman. Keduanya turut memberikan penghormatan dan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan yang dinilai sebagai bagian dari penguatan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Sementara dari komunitas Buddhis hadir Bhante Kamsai Sumano Mahathera bersama seorang bhante dari Thailand serta Steffi. Kehadiran mereka memberikan nuansa persaudaraan lintas iman yang semakin memperkaya jalannya kegiatan.
Selain para tokoh agama, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur pemerintah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pemerintah Kabupaten Purwakarta hadir melalui perwakilan Bupati yang diwakili oleh Sekretaris Daerah. Dari unsur TNI hadir perwakilan Kodim melalui Koramil Campaka, sedangkan dari unsur Kepolisian hadir perwakilan Polres Purwakarta yang diwakili oleh Kapolsek Campaka.
Kegiatan tersebut juga semakin istimewa dengan kehadiran ulama dan pendakwah nasional Arrazy Hasyim. Ulama yang memiliki nama lengkap Dr. K.H. Arrazy Hasyim, Lc., S.Fil.I., M.A.Hum. itu hadir memberikan tausiyah kepada para pengurus yang dilantik dan para jamaah yang hadir. Buya Arrazy dikenal luas sebagai mubaligh dan cendekiawan Muslim asal Tanah Minang yang mendalami ilmu hadis, ilmu kalam, dan filsafat Islam. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat nilai keilmuan dan spiritual dalam kegiatan tersebut.

Dalam tausiyahnya, Buya Arrazy mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara syariat, thariqah, dan akhlak dalam kehidupan umat Islam. Ia menegaskan bahwa keberadaan organisasi keagamaan harus menjadi sarana pembinaan umat yang mampu memperkuat keimanan, memperdalam ilmu, serta menumbuhkan akhlak mulia dan semangat persaudaraan.
Ketua JATMAN Idharah Syu’biyah Kabupaten Purwakarta, KH. Ahmad, menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai unsur masyarakat, pemerintah, TNI-Polri, serta tokoh lintas agama dalam acara tersebut. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa kehidupan beragama yang sehat dapat berjalan beriringan dengan semangat persatuan dan penghormatan terhadap perbedaan.
Sementara itu, Rais JATMAN Idharah Syu’biyah Kabupaten Purwakarta, Zaeni Rafli Al Jauhari Al Iskandariah, dalam keterangannya menyatakan bahwa kehadiran para tokoh lintas agama merupakan cerminan nilai luhur bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persaudaraan kemanusiaan. Menurutnya, ajaran thariqah mengajarkan akhlak, kasih sayang, dan penghormatan kepada sesama manusia sebagai bagian dari penghambaan kepada Allah SWT.
Pelantikan Pengurus JATMAN Idharah Ghusniyah dari 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta tersebut akhirnya tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, melainkan juga menjadi ruang silaturahmi kebangsaan yang mempertemukan ulama, umara, tokoh lintas agama, aparat pemerintah, serta masyarakat dalam semangat persatuan, toleransi, dan penguatan harmoni sosial. Di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks, momen tersebut menunjukkan bahwa dialog, kebersamaan, dan saling menghormati tetap menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat Purwakarta yang damai, religius, dan berkeadaban.













