Daerah  

Bamus Betawi 1982 Jakarta Utara Awali Raker Perdana dengan Semangat Kolaborasi Dan Pemberdayaan

SWARARAKYAT.COM, Jakarta – Minggu (10/8/2025) pagi di kawasan Sunter, aroma rempah bir pletok dan wangi kue khas Betawi menyambut para tamu yang datang ke Hotel d’ARCICI. Di depan ruangan acara, beberapa wirausahawan Betawi tampak sibuk memamerkan hasil pelatihan pembuatan kuliner dan suvenir, mulai dari ondel-ondel mini hingga kerajinan tangan. Suasana hangat ini menjadi pembuka Rapat Kerja (Raker) perdana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bamus Betawi 1982 Jakarta Utara.

Raker yang mengusung tema “Transformasi Bamus Betawi 1982 Jakarta Utara untuk Pembangunan Jakarta” dibuka oleh perwakilan Kasubid Kesbangpol Kota Administrasi Jakarta Utara, Ahmad Kohar. Acara dihadiri pengurus DPP Bamus Betawi 1982, perwakilan DPD se-DKI Jakarta, Karang Taruna, serta tokoh-tokoh Betawi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD Bamus Betawi 1982 Jakarta Utara, M. Ichwan Ridwan atau Bang Boim, menegaskan komitmen organisasinya mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Bamus Betawi 1982 siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global,” ujar Boim.

Ia menjelaskan, fokus program kerja meliputi pemberdayaan masyarakat Betawi melalui pelatihan keterampilan, serta pengembangan potensi wisata di wilayah Jakarta Utara untuk menggerakkan ekonomi warga.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Mis’ari, M.Hum., yang turut hadir, berharap Bamus Betawi 1982 dapat melahirkan gagasan yang selaras dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas Jakarta.

“Jakarta Utara adalah anugerah dengan potensi alam, budaya, dan sejarah yang dapat menjadi pilar kemajuan kota,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Bamus Suku Betawi 1982, M. Ihsan, dalam sambutannya mengatakan bahwa sinergi antara Bamus Betawi dan para pemimpin kota selama ini terjalin dengan baik. Ia menekankan bahwa perubahan status Jakarta yang tidak lagi menjadi ibu kota negara justru membuka peluang besar bagi Jakarta sebagai kota global dan pusat ekonomi nasional.

“Ke depan, apalagi Jakarta akan mencapai usia lima abad, masyarakat Betawi melalui Bamus Suku Betawi 1982 harus bisa memaknainya dengan langkah konkret yang memberi warna bagi kota ini,” tutur Ihsan.

Sebelum Raker dimulai, Bamus Betawi 1982 menggelar pelatihan pembuatan kuliner dan kerajinan khas Betawi. Kegiatan ini diikuti para wirausahawan Betawi sebagai langkah nyata mendukung ekonomi kreatif sekaligus menjaga warisan budaya.

Dengan langkah awal ini, Bamus Betawi 1982 Jakarta Utara tak sekadar menyusun rencana kerja, tetapi juga menegaskan tekad menghadirkan transformasi yang berpijak pada kearifan lokal demi kemajuan Jakarta. (*)