SwaraRakyat.com – Jagat media sosial TikTok baru-baru ini dihebohkan oleh pengakuan seorang pemuda yang mengikuti seleksi Uji Kompetensi Koperasi Merah Putih.
Melalui unggahan videonya, ia membagikan pengalaman janggal saat mengerjakan tes yang dilakukan melalui platform berbasis website tersebut.
https://vm.tiktok.com/ZS9FM2PX61WVu-u7isa/
Jawaban yang “Berubah Sendiri”
Dalam video singkat itu, sang peserta menunjukkan sebuah anomali teknis yang sulit dinalar secara awam. Ia mengaku bahwa setiap kali selesai menjawab pertanyaan yang dirasa benar dan menekan tombol simpan, kursor di layar tampak bergerak sendiri atau mengalami perubahan teknis secara mendadak.
Seketika, pilihan jawaban yang telah ia input pun ikut berubah. Keanehan ini memicu kecurigaan bahwa sistem ujian online tersebut tidak bekerja secara objektif atau telah dikonfigurasi secara khusus.
Reaksi Warganet: Tuduhan Nepotisme Menyeruak
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Banyak yang menilai insiden ini bukan sekadar kesalahan teknis (bug), melainkan upaya terstruktur untuk menggagalkan peserta umum demi memberikan jalan bagi “titipan” atau orang dalam.
“Kalau sistemnya sudah bisa ‘mengoreksi’ jawaban peserta sebelum dinilai, maka seleksi ini hanya formalitas,” tulis salah satu komentar populer di postingan tersebut.
Isu mengenai “slot khusus” bagi orang dalam memang menjadi sentimen sensitif di tengah sulitnya mencari lapangan kerja saat ini.
Dugaan manipulasi digital ini dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dalam proses rekrutmen lembaga yang membawa nama besar “Merah Putih”.
Syarat Muatan Politik dan Transparansi
Secara politis, tata kelola lembaga yang terafiliasi dengan nama-nama besar atau proyek strategis seringkali menjadi sorotan.
Jika sistem rekrutmen digital yang seharusnya menjadi solusi transparansi justru disalahgunakan untuk praktik nepotisme, hal ini tentu mencederai kepercayaan publik terhadap integritas lembaga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Koperasi Merah Putih belum memberikan klarifikasi resmi terkait kendala teknis atau tuduhan manipulasi sistem yang viral di TikTok tersebut. Publik kini menuntut adanya audit sistem digital agar proses seleksi berjalan jujur dan adil tanpa ada intervensi “tangan-tangan gaib” di balik layar.
Editor: Biren Muhammad
Sumber: TikTok













