Daerah  

Barista Lokal, Cerita Global: BPP HIPKA Gelar Pelatihan Barista Nasional

Foto: Pelatihan Barista BPP HIPKA

SWARARAKYAT.COM, Jakarta – Menyambut tingginya minat generasi muda terhadap dunia kopi dan melihat peluang besar di industri kreatif kuliner, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) BPP HIPKA menggelar pelatihan barista yang berlangsung selama dua hari, pada 5–6 Juli 2025, bertempat di House of Santa, Jakarta Selatan.

Pelatihan ini tak hanya sekadar berbagi teknik menyeduh kopi atau mempercantik latte art. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengembangan kreativitas, bisnis, dan narasi kebudayaan—sebuah upaya konkret mengangkat kopi Indonesia dari sekadar minuman pagi menjadi cerita yang mendunia.

“Kopi adalah narasi. Bagaimana kita bisa mengisahkan kopi Indonesia agar mendunia?” ujar Ketua Umum BPP HIPKA, Kamrussamad, dalam sambutannya yang memotivasi peserta. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal cita rasa, tapi juga tentang identitas, kebanggaan, dan peluang ekonomi. “Kopi Indonesia bukan hanya tentang robusta atau arabika. Tapi juga tentang semangat anak mudanya yang siap membawa cita rasa lokal menembus pasar global,” tambahnya.

Dua tokoh inspiratif hadir sebagai pembimbing utama dalam pelatihan ini, yaitu Adiyana Sulistianto, yang akrab dipanggil Bang Jack dan Helmi Nur Amin—duo barista senior sekaligus praktisi bisnis kopi yang telah melanglang buana dari warung kopi lokal hingga panggung kompetisi internasional. Keduanya membagikan pengalaman praktis, teknik penyeduhan manual brew, eksplorasi rasa, hingga tips memulai usaha kedai kopi dengan modal yang bersahabat.

“Menjadi barista bukan cuma soal teknik. Tapi bagaimana membangun koneksi emosional antara kopi, pembuat, dan penikmatnya,” kata Bang Helmi, saat memulai sesi praktik langsung dengan para peserta. Sementara Bang Jack mengajak peserta untuk lebih berani mengeksplorasi rasa dan karakter kopi lokal dari berbagai daerah Indonesia. “Setiap daerah punya keunikan. Kita harus belajar cara menyampaikannya kepada dunia,” ujarnya penuh semangat.

Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi sejak hari pertama. Tidak hanya datang dari Jakarta, pelatihan ini diikuti oleh para pemuda dan pelaku UMKM dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga DKI Jakarta sendiri. Suasana hangat dan penuh semangat menjadikan House of Santa seperti ruang komunitas kreatif dadakan, di mana diskusi bisnis, tawa, dan aroma kopi menyatu dalam semangat kolaborasi.

“Selama ini saya belajar otodidak. Tapi pelatihan ini benar-benar membuka wawasan saya soal kopi. Saya jadi makin semangat buka kedai kopi di kampung halaman,” ujar Ahlan, peserta dari Cirebon, Jawa Barat.

Bagi Badiklat HIPKA, pelatihan ini adalah langkah awal. Menurut Ketua Badiklat HIPKA, M. Yusro Khazim, program barista ini akan terus dikembangkan menjadi pelatihan berjenjang, inkubasi usaha, hingga jaringan distribusi produk lokal. “Kita ingin para alumni pelatihan ini tidak hanya mahir menyeduh, tapi juga siap menjadi pengusaha dan duta kopi Indonesia,” ujarnya.

Kopi memang tak sekadar minuman. Ia adalah jembatan antara cerita, rasa, dan masa depan. Melalui pelatihan ini, HIPKA berharap akan lahir barista-barista muda yang tak hanya bisa meracik secangkir kopi yang nikmat, tetapi juga mampu menyeduh masa depan yang lebih cerah.(Ryo)