Ditulis oleh:
Dr. KRMT Agus “Lele” Sukirno, S.PG., S.TNK., M.Ck., M.But.
(Direktur Gerakan Literasi Indonesia Sejahtera / GELISAH)
JogjaIstimewa, SwaraRakyat – Lagi rame nih, gengs. Tahun 2025 baru setengah jalan, tapi drama ekonomi kita udah kayak sinetron stripping: panjang, penuh plot twist, dan bikin sakit kepala. Yes, Indonesia resmi masuk era krisis fiskal.
Dan lucunya, pemerintah daerah seolah-olah kompak bikin “challenge” baru: naikin Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sampe ratusan persen! 🤯
Warga: “Lah, ini kok kayak lomba siapa paling bikin rakyat kaget?”
Dari Utang Jadi Geger
Biar gampang, bayangin gini: Negara kita kayak anak kost yang hobi minjem duit buat beli iPhone, tapi lupa bayar kontrakan. 🤦♂️
Utang RI naik gila-gilaan dari Rp 2.609 triliun (2014) jadi Rp 8.680 triliun (2024). Bunga utangnya? Jangan ditanya, naiknya kayak harga gorengan di CFD.
Hasilnya? Uang pajak yang mestinya buat bangun jalan, sekolah, dan subsidi skincare murah malah ludes dipake buat bayar bunga utang. Dari 100 ribu yang dipungut pajak, hampir 24 ribu langsung kabur ke “tuan-tuan kreditur”.
Jurus Andalan: “Yaudah Naikin Pajak Aja”
Ketika uang pusat seret, daerah disuruh kreatif cari duit sendiri. Tapi alih-alih bikin side hustle kayak jualan merch atau bikin event konser K-Pop KW, daerah malah pakai cara paling gampang: naikin PBB.
Dan ini bukan naik tipis-tipis, guys. Tapi langsung ratusan persen.
Netizen: “Naikinnya jangan kayak harga cabe dong, plis.”
Efek Domino: Dari Pati Bisa Menyebar
Di Pati, Jawa Tengah, protes warga udah pecah gara-gara pajak naik nggak kira-kira. Pagar kantor bupati roboh, vibes-nya udah kayak konser rock tapi minus musik.
Nah, kalau daerah lain ikut-ikutan? Bisa auto chaos nasional.
Pertanyaan Kunci (Ala Ending Series Netflix):
Siapa dalang di balik “kenaikan pajak serentak” ini?
Apakah ini cuma strategi “lempar bola panas” dari pusat ke daerah?
Atau ada penunggang krisis fiskal yang lagi nyiapin panggung politik 2025?
Yang jelas, rakyat cuma bisa bilang:
“Kita sih gak nolak bayar pajak, asal jangan sampe dompet ikut masuk ICU.”
Kesimpulan Suga Style:
Krisis fiskal ini bukan cuma soal angka triliunan yang pusingin pejabat. Buat rakyat kecil, ini soal apakah besok bisa bayar pajak tanpa harus jual ginjal (dark joke alert). Kalau pemerintah nggak buru-buru cari solusi kreatif, bisa jadi krisis ini malah berubah jadi drama sosial-politik paling rame di 2025.(sang)













