Sumbar Terancam Jadi Provinsi Tertinggal? Pengamat: “Butuh Lompatan, Bukan Nostalgia!”

Foto: Ardhi Piliang (Pengamat - Pustaka Indonesia)

Jakarta,  Swararakyat.com – Pembangunan di Sumatera Barat dinilai stagnan dan berpotensi membuat daerah ini tertinggal dari provinsi lain. Hal itu ditegaskan pengamat LSM Pustaka Indonesia, Ardhi Piliang, yang menilai tahun 2025 justru memperlihatkan perlambatan di hampir semua sektor.

“Sumbar butuh lompatan besar, bukan sekadar langkah kecil. Jangan hanya bangga pada romantisme sejarah,” ujar Ardhi dalam wawancara, Rabu (1/10/2025).

Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sumbar turun dari 4,62 persen (2023) menjadi 4,36 persen (2024), dan diperkirakan hanya 3,94 persen pada 2025 terendah di Sumatera. Infrastruktur pun masih timpang, dengan jalan provinsi yang mantap baru 66,08 persen, sementara proyek strategis seperti Tol Padang–Pekanbaru berjalan lamban.

Di bidang pendidikan, angka partisipasi kuliah hanya 43,29 persen, sementara pengangguran terdidik meningkat. Sektor kesehatan juga memprihatinkan, dengan prevalensi stunting 25,2 persen tertinggi di Pulau Sumatera.

Menurut Ardhi, politik lokal yang terjebak identitas dan romantisme masa lalu ikut memperlambat kemajuan. “Elite politik lebih sibuk mempertahankan citra daripada gagasan. Jika tidak ada perubahan, Sumbar akan makin tertinggal,” tegasnya. (*)