Arvi Jatmiko: WFH Bukan Sekadar Kebijakan Kerja, Ini Strategi Negara Menekan Konsumsi BBM

Jakarta,SwaraRakya.com – Ketua Umum GoPro (Golkarians for Prabowo), Arvi Jatmiko, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) yang didorong pemerintah bukan sekadar pengaturan pola kerja, melainkan langkah strategis negara untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu.

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), Arvi menyatakan bahwa ketegangan geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, selalu berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan dan harga energi global. Karena itu, negara dengan kebutuhan energi besar seperti Indonesia harus mampu mengambil langkah cepat dan adaptif.

“WFH harus dilihat sebagai kebijakan strategis. Dengan mengurangi mobilitas harian jutaan pekerja, negara dapat menekan konsumsi BBM secara signifikan tanpa mengganggu produktivitas ekonomi,” tegas Arvi.

Menurutnya, sektor transportasi masih menjadi penyumbang terbesar konsumsi BBM nasional. Mobilitas pekerja dari rumah menuju kantor setiap hari, terutama di kota-kota besar, menjadi faktor utama tingginya penggunaan bahan bakar.

Arvi menilai, dengan penerapan WFH secara terukur, sebagian besar mobilitas tersebut dapat ditekan. Dampaknya bukan hanya pada penghematan BBM, tetapi juga pada pengurangan kemacetan, efisiensi waktu, serta peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pola kerja jarak jauh juga sejalan dengan transformasi digital yang sedang berkembang pesat. Banyak sektor pekerjaan kini dapat dijalankan secara efektif tanpa harus bergantung pada kehadiran fisik di kantor.

Karena itu, Arvi mengajak publik melihat kebijakan WFH secara lebih strategis sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, negara harus mampu mengambil langkah cerdas dan efisien. Kebijakan seperti WFH menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas energi sekaligus memastikan roda ekonomi tetap berjalan,” pungkasnya.(sang)