Jakarta,SwaraRakyat.com — Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) memberikan tanggapan resmi atas pengunduran diri sejumlah kader dari kepengurusan maupun keanggotaan partai. Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Sahabat Nusantara (SAHARA), PKN menegaskan sikap menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari hak pribadi dalam sistem demokrasi.
Rio Rama Baskara menyampaikan bahwa dinamika internal, termasuk perbedaan pandangan dan visi, merupakan hal yang wajar dalam perjalanan sebuah partai politik. “Perbedaan perspektif justru menjadi ruang evaluasi dan penguatan kelembagaan,” ujarnya.
PKN menilai alasan pengunduran diri yang berkaitan dengan ketidaksamaan visi dan misi sebagai fenomena yang lazim dalam organisasi politik. Setiap individu, menurutnya, memiliki kebebasan untuk menentukan arah politik sesuai dengan prinsip dan keyakinan masing-masing.
Lebih lanjut, PKN memastikan bahwa seluruh proses pengunduran diri akan diproses sesuai dengan mekanisme organisasi yang berlaku. Di sisi lain, roda organisasi ditegaskan tetap berjalan optimal dalam menjalankan fungsi dan perannya di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya, PKN kembali meneguhkan komitmennya sebagai partai yang berlandaskan semangat nasionalisme kenusantaraan, sebuah visi yang menempatkan persatuan, keberagaman, kedaulatan bangsa, serta keadilan sosial sebagai fondasi utama perjuangan politik.
PKN juga memandang dinamika yang terjadi sebagai bagian dari proses konsolidasi internal. Partai akan terus bergerak maju dengan kader-kader yang memiliki kesamaan visi, komitmen, dan integritas dalam memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.
“PKN tetap fokus menjalankan agenda perjuangan politik secara konstruktif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat luas,” lanjut pernyataan tersebut.
Di akhir pernyataannya, PKN menyampaikan apresiasi atas kontribusi para kader yang telah mengundurkan diri, sekaligus mendoakan kesuksesan mereka ke depan. PKN juga mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk tetap solid dan menjaga semangat perjuangan.
“PKN akan terus berdiri tegak, mengawal Indonesia dalam semangat nasionalisme kenusantaraan,” tutup pernyataan tersebut.













