PIRU – Lambannya pengungkapan pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik penyerangan Pos Polisi (Pospol) Laala dan pembakaran kedai milik seorang anggota Polri memicu reaksi masyarakat. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai Huamual (MCDH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, guna mendesak aparat segera menuntaskan kasus tersebut.
Massa aksi datang menggunakan tiga kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan kasus penyerangan terhadap Pospol Laala dan pembakaran kedai milik anggota kepolisian yang terjadi pasca insiden di Kecamatan Huamual beberapa waktu lalu.
Aksi yang dipimpin Koordinator Aksi I, Muhammad Andi Bali, SH, dan Koordinator Aksi II, Aldi Japan, S.Sos, berlangsung tertib namun penuh ketegasan. Dalam berbagai orasi yang disampaikan, massa menegaskan dukungannya terhadap Polres SBB agar proses penegakan hukum berjalan secara profesional tanpa intervensi pihak mana pun.
“Kami mendukung penuh langkah Polres SBB dalam mengusut kasus ini. Namun kami juga meminta agar hukum ditegakkan secara menyeluruh, termasuk terhadap siapa pun yang diduga memerintahkan, menggerakkan, atau mengorganisir tindakan melawan hukum tersebut,” tegas Muhammad Andi Bali di hadapan peserta aksi.
Menurutnya, sejumlah saksi yang hadir bersama massa mengaku memiliki informasi yang dapat membantu penyidik mengungkap pihak-pihak yang diduga berperan di balik rangkaian peristiwa yang berujung pada penyerangan fasilitas kepolisian dan pembakaran kedai milik anggota Polri.
Senada dengan itu, Aldi Japan meminta penyidik segera memeriksa para saksi yang hadir dalam aksi tersebut. Ia menilai keterangan para saksi dapat menjadi bagian penting dalam mengungkap fakta hukum secara menyeluruh.
“Kami berharap seluruh informasi yang dimiliki masyarakat dapat ditindaklanjuti secara profesional sehingga kasus ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Diterima Wakapolres SBB
Setelah sekitar satu jam menyampaikan aspirasi, enam orang perwakilan massa yang dipimpin Muhammad Andi Bali akhirnya diterima oleh Wakapolres SBB bersama sejumlah perwira kepolisian.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Bali menyampaikan apresiasi atas langkah cepat aparat dalam menangani kasus pemukulan dan pembacokan yang terjadi sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan penyidik mengamankan sejumlah terduga pelaku menunjukkan komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum secara adil.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa prinsip yang sama harus diterapkan terhadap siapa pun yang nantinya disebut dalam proses penyidikan sebagai pihak yang diduga berperan menggerakkan atau memerintahkan terjadinya penyerangan terhadap Pospol Laala maupun pembakaran kedai anggota kepolisian.
“Jangan berhenti pada pelaku lapangan. Jika ada pihak yang diduga mengorganisir, memerintah, atau menggerakkan tindakan tersebut, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Minta Seluruh Rangkaian Peristiwa Diusut
Dalam keterangannya kepada media, Andi Bali juga meminta penyidik menelusuri secara menyeluruh berbagai peristiwa yang diduga menjadi bagian dari rangkaian konflik, termasuk dugaan kegiatan tanpa izin, perintah melakukan pemalangan jalan, hingga berbagai tindakan lain yang diduga berkontribusi terhadap terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan agar proses hukum tidak menggeneralisasi kelompok tertentu.
“Saya mengenal sebagian besar generasi muda Dusun Tanah Goyang sebagai pemuda yang baik. Jangan sampai perbuatan segelintir orang merusak nama baik seluruh pemuda yang selama ini hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat lainnya,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Aldi Japan. Menurutnya, proses hukum harus diarahkan kepada pihak-pihak yang benar-benar bertanggung jawab berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi, bukan berdasarkan asumsi maupun sentimen kelompok.
Ia menduga peristiwa penyerangan terhadap Pospol Laala dan pembakaran kedai anggota polisi tidak terjadi secara spontan. Namun demikian, seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional, objektif, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Harapan Masyarakat untuk Penegakan Hukum yang Transparan
Usai menerima aspirasi massa, penyidik Polres SBB langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang hadir. Langkah tersebut diapresiasi masyarakat sebagai bentuk respons cepat aparat dalam menindaklanjuti informasi yang disampaikan saat aksi berlangsung.
Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Polres Seram Bagian Barat agar proses penyelidikan dan penyidikan berjalan secara transparan, profesional, dan bebas dari tekanan pihak mana pun.
Pengungkapan seluruh fakta hukum secara utuh dinilai penting untuk memulihkan rasa keadilan, menjaga stabilitas keamanan di wilayah Huamual, serta mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Dalam negara hukum, penegakan hukum tidak hanya bertujuan menindak pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi penggerak, perencana, maupun pemberi perintah apabila ditemukan alat bukti yang cukup. Prinsip tersebut sejalan dengan asas equality before the law, yakni setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum tanpa memandang status sosial, jabatan, maupun pengaruh yang dimiliki.(sang)













