JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Pusat Muktamar NU ke-35, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengimbau seluruh warga Nahdliyin serta jajaran pengurus di tingkat wilayah hingga cabang untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu liar dan narasi tanpa dasar yang beredar di media sosial menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul merespons maraknya spekulasi, tuduhan, dan pengondisian opini publik terkait mekanisme pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang diunggah oleh akun-akun tidak bertanggung jawab di berbagai platform media sosial.
Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh tahapan penetapan dan pengusulan sembilan nama anggota AHWA oleh PWNU dan PCNU telah diatur secara sistematis dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Perkumpulan NU.
“Mengenai usulan AHWA sudah tertera cukup jelas di dalam AD/ART dan Peraturan Perkumpulan. Para ulama, para kiai, dan jajaran Syuriyah memiliki pertimbangan masing-masing. Jadi kalau ada isu-isu di medsos, tidak sepenuhnya bisa dipercaya. Yang hoaks-hoaks itu tidak usah dipikirkan,” ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Mencegah Risywah Dalam Muktamar NU, Mungkinkah?
Ia mengingatkan seluruh delegasi resmi agar berpegang teguh pada koridor mekanisme organisasi dan tidak terdistraksi oleh wacana yang dihembuskan di luar forum resmi. Panitia Pusat juga memastikan bahwa independensi para kiai dan utusan daerah dijamin penuh selama proses Muktamar berlangsung.
Merespons tuduhan adanya pengondisian maupun intervensi pihak tertentu terhadap para pemegang hak suara, Gus Ipul memastikan bahwa dinamika internal NU selalu diselesaikan melalui sistem tata kelola organisasi yang matang.
“Saya pastikan tidak ada intervensi. NU ini organisasi besar dan tentu banyak yang ingin terlibat. Namun, peserta Muktamar ini adalah pengurus-pengurus yang terlatih dan bijak, sehingga bisa memilah mana informasi yang valid dan mana yang tidak,” katanya.
Baca Juga: Risalah Rapat Syuriah Bocor! Gus Ipul Serukan NU Tetap Tenang, Ada Apa di PBNU
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pelanggaran maupun penyusupan pihak yang tidak berhak, Panitia Pusat Muktamar NU ke-35 menerapkan verifikasi kepesertaan berbasis sistem registrasi digital secara ketat.
Seluruh data delegasi PWNU dan PCNU yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah melalui proses sinkronisasi dokumen resmi organisasi sebelum diterbitkannya tanda pengenal elektronik (e-badge).
“Sistem registrasi digital ini menutup ruang bagi pihak luar yang mencoba mengintervensi. Setiap identitas dan hak suara pengurus yang terdaftar sudah terekam dan diverifikasi secara presisi,” tegas Gus Ipul.













