HUT ke-5 PKN di Gunung Padang, Gede Pasek Suardika Tegaskan Kesiapan Hadapi Pemilu 2029

Cianjur,SwaraRakyat.com — Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika, menegaskan komitmen partainya untuk kembali berpartisipasi dalam Pemilu 2029. Memasuki usia lima tahun, PKN menjadikan momentum peringatan hari jadinya sebagai ajang refleksi perjalanan organisasi sekaligus penguatan kesiapan menghadapi tahapan pemilu mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gede Pasek dalam sambutan peringatan HUT ke-5 PKN yang digelar di kawasan situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat pada hari jumat tanggal 23 Oktober 2026. Pemilihan lokasi ini, menurutnya, memiliki makna penting karena berkaitan dengan penghormatan terhadap warisan peradaban Nusantara dan upaya menggali nilai-nilai kebudayaan sebagai inspirasi membangun Indonesia.

“Dalam konteks partai politik, usia lima tahun ini masih sangat muda. Namun, sejak awal kelahirannya, PKN mampu mempersiapkan diri untuk mengikuti pemilu dalam waktu kurang dari dua tahun,” ujar Gede Pasek dalam sambutannya.

Ia menilai pengalaman awal tersebut menjadi modal untuk menghadapi tantangan politik berikutnya. Dengan waktu persiapan yang lebih panjang menuju Pemilu 2029, ia mengajak seluruh jajaran partai menjaga konsolidasi dan memusatkan perhatian pada pemenuhan persyaratan kepesertaan pemilu.

Gunung Padang dan Spirit Kebangkitan Nusantara

Gede Pasek menjelaskan, pemilihan Gunung Padang sebagai lokasi peringatan HUT ke-5 bukan sekadar pilihan tempat acara. Situs tersebut dipandang sebagai ruang refleksi untuk memahami warisan peradaban Nusantara dan membangun kesadaran akan pentingnya sejarah, ilmu pengetahuan, serta kearifan lokal.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa penggalian nilai-nilai Nusantara perlu ditempatkan dalam kerangka pengetahuan dan kebudayaan, bukan semata-mata dikaitkan dengan hal-hal mistis.

Ia juga menyinggung karakteristik batuan dan sumber air di kawasan Gunung Padang sebagai bagian dari pengalaman yang menurutnya memberikan inspirasi bagi peserta kegiatan. Meski demikian, berbagai klaim mengenai usia situs, kandungan material batuan, maupun karakteristik air tetap memerlukan rujukan penelitian ilmiah yang dapat diverifikasi.

“Di PKN, kita melahirkan kearifan-kearifan Nusantara sebagai spirit untuk membangun Indonesia. Karena itu, kami berharap kita semua bisa mengambil inspirasi dari Gunung Padang,” katanya.

Menurut Gede Pasek, kebudayaan Nusantara juga tercermin dalam tradisi syukuran melalui tumpengan. Tradisi tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari perjalanan PKN dalam menandai berbagai tahapan penting organisasi.

“Setiap etape, setiap tahapan, setiap rasa syukur kita selalu menggunakan tumpengan. Sederhana, tetapi penuh makna,” ujarnya.

Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dipelihara sebagai identitas kebudayaan yang menyertai perjalanan partai.

Pemilu 2029 Menjadi Tantangan Berikutnya

Dalam bagian lain sambutannya, Gede Pasek menegaskan bahwa tantangan utama PKN ke depan adalah mempersiapkan diri untuk kembali menjadi peserta Pemilu 2029.

Ia mengingatkan bahwa tahapan menuju pemilu membutuhkan kerja organisasi yang panjang, terutama dalam menghadapi proses verifikasi dan kemungkinan perubahan persyaratan kepesertaan.

Menurutnya, pengalaman mengikuti pemilu sebelumnya harus menjadi pelajaran untuk mempersiapkan organisasi secara lebih matang. Seluruh jajaran partai diminta menjaga semangat, membangun optimisme, dan tidak mengabaikan pekerjaan teknis yang harus diselesaikan.

“Persyaratan kita belum tahu akan diubah atau tidak. Itulah tantangan yang akan kita hadapi ketika memasuki fase verifikasi nanti,” kata Gede Pasek.

Ia mengakui perjalanan PKN sejak pembentukan hingga mengikuti pemilu tidak selalu berjalan mulus. Dinamika internal maupun tantangan organisasi, menurutnya, menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi bersama.

Gede Pasek menggambarkan perjalanan lima tahun PKN sebagai rangkaian tahapan yang membutuhkan ketahanan, kerja sama, dan semangat gotong royong. Ia mengapresiasi jajaran partai yang terus memberikan dukungan ketika organisasi menghadapi berbagai kesulitan.

Karena itu, ia meminta seluruh kader mempertahankan pola pikir positif tanpa mengabaikan pentingnya persiapan konkret.

“Kita semua harus berpikir positif, berpikir tenang, dan berpikir berhasil. Bagaimana kita berhasil, Tuhan memberikan jalan, semesta memberikan petanya, dan kita tinggal menjalani,” ujarnya.

Jawa Barat Menjadi Salah Satu Fokus Konsolidasi

Gede Pasek juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran PKN di Jawa Barat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang menjadi perhatian dalam pengembangan dan konsolidasi partai.

Dalam sambutannya, ia menyinggung keterlibatan jajaran pimpinan daerah, termasuk dari Cianjur dan Bogor, serta rencana penguatan kegiatan organisasi di Bandung dan wilayah lainnya.

Menurutnya, konsolidasi di daerah merupakan bagian penting dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. PKN perlu memastikan kesiapan struktur, koordinasi antarpengurus, serta pemenuhan persyaratan administratif yang berlaku.

Peringatan HUT ke-5 di Gunung Padang pun menjadi momentum bagi PKN untuk memadukan refleksi sejarah, penghormatan terhadap kebudayaan Nusantara, dan agenda konsolidasi politik.

Bagi Gede Pasek, usia lima tahun bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan tahapan awal untuk memperkuat organisasi dan mempersiapkan langkah berikutnya.

Dengan target kembali berpartisipasi dalam Pemilu 2029, PKN dihadapkan pada pekerjaan rumah yang konkret: menjaga soliditas, memperkuat struktur di daerah, serta mempersiapkan seluruh persyaratan kepesertaan pemilu secara lebih terencana.(sang)