Ditulis oleh:
Dr. KRMT Agus “Lele” Sukirno, S.PG., S.TNK., M.Ck., M.But.
(Direktur Gerakan Literasi Indonesia Sejahtera / GELISAH)
Di Aceh, malam hari bukan cuma diisi suara jangkrik. Ada satu “konser” lain: dentuman ember dan seng dipukul warga. Bukan buat musik indie, tapi buat ngusir gajah lapar yang nyasar ke kebun.
Ironinya, gajah itu bukan maling sawit atau perampok bersenjata. Dia cuma hewan asli situ, yang habitatnya udah keburu dipretelin manusia. Jadi, kalau gajah “masuk” pagar, pertanyaan baliknya: siapa duluan yang ngelanggar, gajah atau kita?
Merdeka = Bebas Tebang?
Sejak 1945 kita teriak MERDEKA. Tapi entah kenapa, ada aja yang translate “merdeka” jadi bebas tebang pohon, bebas buka lahan, bebas bikin proyek gede. Dalihnya demi rakyat, padahal rakyat kecil—petani—malah jadi korban: konflik gajah, banjir, longsor.
Katanya dulu “tempo yang sesingkat-singkatnya.” Eh, kok hutan malah pindahnya cepet banget… ke tangan korporasi.
Gajah Senyum Pahit
Sekarang gajah sumatra jadi objek foto paling tragis. Difoto pas nyasar ke kebun, difoto pas diikat, bahkan difoto pas mati kena racun. Kalau bisa ngomong, mungkin gajah bakal bilang:
“Selamat ya manusia, kalian udah merdeka. Tapi kami gimana?”
Lucunya lagi, di tengah isu gajah dan hutan, ada kabar rencana bangun kilang minyak ratusan triliun di Aceh. Kayak bilang: “Santai, kita bisa hidup tanpa hutan kok. Asal tangki BBM penuh.”
Payung Hukum = Payung Seremonial
Indonesia punya banyak UU soal hutan dan konservasi. Tapi seringnya payung hukum ini kayak payung lipat: dipake pas acara resmi, ditutup lagi pas ada investor datang.
Kemerdekaan Versi Alam
Kalau kata Bung Karno, bangsa besar itu bangsa yang hargai pahlawannya. Tapi coba pikir: siapa pahlawan paling real? Jawabannya bukan pejabat, tapi hutan, sungai, tanah, sama satwa liar. Mereka jaga hidup kita tanpa pernah nagih gaji.
Sayangnya, kita malah balas dengan mercon, chainsaw, dan pidato manis tiap 17-an.
Merdeka Sampai Pohon Terakhir?
Bayangin upacara 17 Agustus nanti di lapangan bekas hutan lindung. Pohon udah rata, gajah punah, tapi bendera tetap naik gagah. Lalu ada yang pidato:
“Hari ini kita merdeka dari hutan, merdeka dari gajah, dan merdeka dari rasa bersalah. Hidup investasi!”
Pertanyaannya, ini beneran kemerdekaan? Atau justru bentuk penjajahan baru—penjajahan atas tanah air kita sendiri?
“Karena kemerdekaan sejati itu bukan cuma usir penjajah asing, tapi juga stop jadi penjajah buat alam kita sendiri”









