Tebuireng, SWARARAKYAT.COM – Perjalanan hidup KH. Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, menjadi bukti nyata bagaimana latar belakang profesional dan nilai-nilai pesantren dapat berpadu secara harmonis. Dari sukses mengarungi kerasnya industri minyak dan gas (migas) nasional, cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. M. Hasyim Asy’ari ini kini mendedikasikan hidupnya untuk mengasuh ribuan santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, serta menjalankan amanah kepemimpinan di jajaran PBNU bersama Kyai Akhyar.
Tempaan Pendidikan Teknik dan Sukses di Bisnis Migas
Berbeda dari umumnya pengasuh pesantren yang menghabiskan masa muda di ranah akademis keagamaan murni, Gus Kikin menempuh jalur pendidikan formal di bidang Teknik Mesin. Bekal keilmuan eksakta ini membentuk pola pikir yang sistematis, terukur, dan praktis.
Latar belakang teknik tersebut membawanya terjun ke dunia profesional dan bisnis hingga menduduki posisi strategis di industri migas nasional, salah satunya sebagai Direktur Utama PT Petronusa Niaga Energi. Selama bertahun-tahun di dunia bisnis, beliau dikenal sebagai pengusaha yang memiliki manajerial kuat, tajam melihat peluang, serta terbiasa bernegosiasi di tingkat industri berisiko tinggi.
Kembalinya Cicit Mbah Hasyim ke Pangkuan Pesantren
Meski sukses menancapkan taring di dunia bisnis migas, panggilan untuk mengabdi pada warisan leluhur tidak pernah padam. Usai wafatnya KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) pada awal 2020, musyawarah keluarga besar menetapkan Gus Kikin untuk meneruskan kepemimpinan sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Kepemimpinan Gus Kikin membawa angin segar bagi Tebuireng. Kombinasi antara kedalaman tradisi keislaman dan pengalaman manajerial modern yang dibawanya dari dunia korporat membuat tata kelola pesantren menjadi lebih terstruktur, profesional, namun tetap menjiwai nilai-nilai kesantrian.
Berkolaborasi Bersama Kyai Akhyar di PBNU
Pengalaman kepemimpinan di pesantren dan latar belakang pengusaha membuat gaya kepemimpinan Gus Kikin sangat adaptif terhadap dinamika zaman. Kesamaan latar belakang serta visi strategis ini pula yang membuat hubungan kerja sama dan chemistry beliau dengan Kyai Akhyar terjalin sangat erat.
Kini, membawa modal pengalaman mengelola bisnis migas dan pengabdian di Tebuireng, Gus Kikin bersama Kyai Akhyar bahu-membahu menjalankan amanah kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Perpaduan karakter yang pragmatis, profesional, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi menjadi warna kuat dalam setiap langkah pengabdian beliau untuk kebangkitan umat dan organisasi.(Red)
Gus Kikin: Mantan Pengusaha Migas Kini Pimpin PBNU Bareng Kyai Akhyar













