Haidar Alwi: Polri-TNI Kompak = Indonesia Aman, Perut Rakyat Tenang!

Jakarta,SwaraRakyat – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, kasih wejangan pas HUT ke-80 RI: kemerdekaan itu bukan cuma soal pesta meriah di Istana, tapi soal seberapa solid aparat negara ngejaga rakyatnya.

Menurut Haidar, sinergi Polri dan TNI itu kayak fondasi rumah: kalau rapuh, hancur semua. Kalau kokoh, rakyat bisa hidup tenang. “Sejarah udah buktiin, kalau aparat nggak kompak, rakyat yang jadi korban. Jadi kerja sama TNI-Polri itu harga mati,” tegasnya.

Pas perayaan 17 Agustus kemarin, lebih dari 10 ribu personel gabungan TNI-Polri turun langsung jaga keamanan. Dari pasukan pengibar bendera sampai atraksi udara, semua berjalan mulus. Haidar bilang, ini bukti nyata kalau aparat kita profesional dan solid.

Ia juga angkat jempol buat gaya kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang humanis tapi tetap tegas. “Versi Haidar Alwi Institute, beliau adalah Kapolri terbaik sepanjang masa,” ucapnya mantap.


Satgas Pangan: Jaga Perut Rakyat dari Mafia

Haidar ingetin, keamanan bukan cuma soal bebas dari teror atau konflik, tapi juga soal perut rakyat. Kalau beras langka atau harga bahan pokok melonjak, bisa bikin chaos sosial. Makanya, Satgas Pangan Polri punya peran vital.

“Satgas Pangan itu benteng rakyat. Mereka yang jaga harga tetap wajar, distribusi lancar, dan mafia pangan nggak bisa seenaknya main harga,” jelas Haidar.

Data Kementan nyatet kebutuhan beras nasional 33 juta ton per tahun, tapi Bulog cuma pegang 7–8 persen pasar. Celah inilah yang bikin mafia gampang main. Di sinilah Satgas Pangan harus all-out ngejaga.

Menurut Haidar, Polri jangan cuma dikenal sebagai penegak hukum, tapi juga pengawal perut rakyat. “Kalau perut rakyat aman, stabilitas sosial ikut aman. Dan kalau stabilitas sosial aman, politik juga ikut stabil,” katanya.


Asta Cita = Aman + Sejahtera

Haidar juga nyambungin sinergi Polri-TNI dan Satgas Pangan ke visi besar Asta Cita pemerintahan Prabowo. Mulai dari swasembada pangan, energi, sampai reformasi hukum, semuanya nggak akan jalan kalau keamanan dan kesejahteraan nggak jalan bareng.

Contohnya, Polri udah punya Desk Ketenagakerjaan yang bantu lebih dari 700 korban PHK dapet kerjaan baru. Plus, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) udah nyampe ke hampir 90 ribu penerima setiap hari.

“Ini langkah revolusioner. Polri nggak cuma jaga keamanan, tapi juga langsung nyentuh kesejahteraan rakyat,” ujar Haidar.


Closing Statement

Buat Haidar, kuncinya jelas: Polri-TNI kompak, pangan rakyat aman, dan Asta Cita jalan bareng. Kalau tiga hal ini kuat, nggak ada mafia atau kekuatan asing yang bisa goyangin Indonesia.

“Dengan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Indonesia punya energi moral yang kuat buat menatap masa depan,” pungkas Haidar.(sang)