Hatur Bhakti Leluhur Majapahit, Tradisi Syuro Dilestarikan di Siti Inggil Trowulan

Mojokerto,SwaraRakyat.com – Komunitas penggiat pelestarian budaya serta keturunan Kerajaan Majapahit kembali menggelar tradisi tahunan bertajuk Hatur Bhakti Leluhur Majapahit di kawasan Siti Inggil, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Bulan Syuro dalam kalender Nusantara ini merupakan wujud penghormatan dan ungkapan rasa syukur kepada para leluhur Majapahit.

Prosesi diawali dengan selamatan dan doa bersama yang dilengkapi berbagai sajian tradisional yang sarat makna filosofis. Dalam rangkaian acara tersebut disiapkan delapan tumpeng dengan berbagai jenis, antara lain tumpeng panca warna, tumpeng pitu (tujuh), tumpeng tulak, sego kabuli, dan tumpeng biasa. Sajian pelengkap lainnya meliputi ayam walik, nasi kuning, nasi putih, nasi tulak ireng/petak, serta berbagai hidangan tradisional yang masing-masing melambangkan harapan akan keselamatan, kemakmuran, persatuan, dan keseimbangan hidup.

Selain itu turut disajikan berbagai ubo rampe adat seperti polo pendem, bubur menir, jajanan pasar, ketan tawon, sesaji, telur ayam kampung putih dan hitam, kopi, teh, serta air kembang setaman sebagai bagian dari simbol penghormatan kepada leluhur.

Acara juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari warisan budaya adiluhung Nusantara yang menjadi simbol pelestarian nilai-nilai luhur Majapahit.

Kegiatan tersebut mengundang berbagai unsur masyarakat, di antaranya perwakilan Dinas Pariwisata, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mojokerto, serta para tokoh masyarakat dan pegiat budaya di sekitar kawasan Siti Inggil Trowulan.

Penggagas kegiatan, Nyi Ratih, menamai momen tahunan ini “Hatur Bhakti Leluhur Majapahit” sebagai simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus ajakan untuk terus menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya Majapahit kepada generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan ini diharapkan semangat persatuan, gotong royong, serta penghormatan terhadap sejarah dan budaya Nusantara tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.(sang)