Panitia TNIAAMBB Tetapkan Teknis Keberangkatan Peserta Suluk Gelombang I dari Jagakarsa.

Jakarta — Menjelang pelaksanaan Suluk Gelombang I Ramadan 1447 Hijriah, panitia Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia Amirul Aulia Mursyidinal Balai Butari (TNIAAMBB) menetapkan teknis keberangkatan bagi para peserta dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya. Informasi ini disampaikan kepada Dewan Guru dan jajaran terkait sebagai bagian dari koordinasi resmi menjelang dimulainya pembinaan ruhani intensif di Gedung Suluk Induk, Rantau Sialang, Sekayu, Musi Banyuasin.

Keberangkatan peserta suluk gelombang pertama dijadwalkan pada hari kedua puasa Ramadan 1447 H. Para jamaah akan diberangkatkan menggunakan armada Bus PO Eva Star dengan sistem perjalanan pulang-pergi (PP). Titik kumpul ditetapkan di Gedung Majelis Pusat Pulau Jawa yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lokasi ini menjadi sentral konsolidasi jamaah dari wilayah Pulau Jawa sebelum bertolak menuju Sumatera Selatan.

Panitia menetapkan jadwal keberangkatan bus pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 14.00 WIB. Seluruh peserta diimbau hadir tepat waktu guna memastikan proses registrasi dan pengecekan administrasi berjalan tertib. Momentum keberangkatan ini memiliki makna tersendiri, karena berlangsung dalam suasana awal Ramadan yang sarat nilai pengorbanan dan kesiapan batin untuk memasuki fase suluk.

Dalam hal konsumsi, panitia telah menyiapkan takjil untuk berbuka puasa serta makan sahur selama perjalanan. Sementara itu, makan malam akan disediakan oleh pihak PO bus sebagai bagian dari fasilitas perjalanan. Pengaturan ini dilakukan agar peserta tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan terjaga kesehatannya selama di perjalanan.

Tembusan teknis keberangkatan ini turut disampaikan kepada Koordinator Dewan Guru Pulau Jawa, Syekh Muhammad Ali Imran Hasibuan, sebagai bagian dari koordinasi struktural organisasi. Dengan ditetapkannya teknis ini, diharapkan seluruh peserta dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin, sehingga perjalanan menuju suluk tidak sekadar perpindahan fisik, melainkan langkah awal memasuki perjalanan ruhani yang lebih mendalam di bulan suci Ramadan.