JAKARTA, SWARARAKYAT.COM – Putra daerah Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan, Yoktan Hondo, mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah di tingkat nasional. Wakil Sekretaris DPW PKB DKI Jakarta tersebut resmi dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Nelayan dan Perikanan Tangkap Dewan Pengurus Nasional (DPN) Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani).
Pengukuhan kepengurusan DPN Gerbang Tani berlangsung di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, pada 5 November 2026. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar, yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia.
Bagi Yoktan, kepercayaan tersebut bukan sekadar pencapaian dalam perjalanan organisasi. Lebih dari itu, jabatan yang diembannya merupakan amanah sekaligus ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat nelayan, terutama nelayan kecil dan tradisional yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha perikanan tangkap.
Lahir dan berasal dari Desa Bintuang, Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan, Yoktan memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat pesisir. Ia memahami bahwa bagi sebagian besar masyarakat kepulauan, laut bukan sekadar bentang alam, melainkan sumber kehidupan dan tumpuan ekonomi keluarga.
Latar belakang tersebut turut membentuk kepeduliannya terhadap persoalan nelayan. Menurut Yoktan, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir tidak hanya berkaitan dengan aktivitas menangkap ikan, tetapi juga menyangkut perlindungan dan kepastian usaha, ketersediaan sarana dan prasarana perikanan, akses permodalan, stabilitas harga hasil tangkapan, hingga kesejahteraan keluarga nelayan.
Karena itu, ia memandang pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus disertai keberpihakan nyata kepada nelayan kecil dan tradisional. Potensi kelautan Indonesia yang besar perlu dikelola dengan kebijakan konkret dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat pesisir.
“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar bagi saya. Saya ingin menjadikan posisi ini sebagai ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan nelayan, terutama nelayan kecil dan masyarakat pesisir di berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih,” ujar Yoktan.
Ia berharap Gerbang Tani dapat memainkan peran lebih strategis sebagai wadah perjuangan petani dan nelayan sekaligus jembatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat di daerah dengan para pemangku kebijakan di tingkat pusat.
Menurutnya, potensi kelautan dan perikanan Indonesia harus diikuti dengan kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi nelayan sebagai pelaku utama sektor perikanan tangkap. Dengan demikian, kekayaan sumber daya laut tidak hanya menjadi potensi ekonomi nasional, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor tersebut.
Melalui amanah baru di DPN Gerbang Tani, Yoktan berharap dapat berkontribusi memperkuat perjuangan organisasi dalam mendorong kesejahteraan petani dan nelayan, sekaligus memperjuangkan pembangunan kawasan pesisir dan kepulauan yang lebih adil dan merata.
Bagi Yoktan, kepercayaan ini bukan semata kebanggaan pribadi. Ada harapan dan tanggung jawab untuk membawa suara masyarakat daerah, khususnya nelayan dari wilayah kepulauan, agar mendapat tempat dalam agenda pembangunan nasional.
Dari Desa Bintuang di Kepulauan Batu, ia kini mengemban amanah di panggung organisasi nasional dengan satu harapan: perjuangan nelayan kecil dan masyarakat pesisir semakin mendapat perhatian dan keberpihakan. (JBL)













