Cilacap, Swararakyat.com – Kombes Budi Adhy Buono Kapolres Cilacap Jawa Tengah mengatakan bahwa penugasan di tanah kelahirannya sebagai Kapolres di Kabupaten Cilacap disebutnya sebagai amanah sekaligus “kepulangan yang sakral”. Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan pimpinan Polri yang memberinya kesempatan mengabdi di daerah asalnya.
Menurutnya, tugas tersebut merupakan bentuk pengabdian profesional untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Cilacap.
Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui tugas kepolisian, tetapi juga aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Salah satunya adalah pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Dusun Ciloning dan Dusun Pengampiran di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu.
Jembatan yang diresmikan pada 15 April 2026 itu dibangun melalui inisiatif pribadi dengan menggalang dukungan para donatur asal Cilacap yang berada di berbagai daerah. Pembangunan dilakukan karena kondisi jembatan lama dinilai sudah rapuh dan membahayakan keselamatan warga, terutama para pelajar yang setiap hari melintas menuju sekolah.
Pengamat Kepolisian dan Intelijen, Paijo Parikesit menilai sosok Kombes Pol Budi Adhy Buono mencerminkan karakter prajurit Bhayangkara yang kuat berakar pada budaya Banyumas. kata Paijo Parikesit dalam keterangan tertulisnya kepada media Kamis, (14/5/2026).
Menurutnya, budaya Banyumas tidak hanya sekadar tradisi, melainkan fondasi karakter yang menjunjung nilai kejujuran, kesederhanaan, dan semangat egaliter atau dikenal dengan istilah “cablaka”, yakni sikap terbuka dan apa adanya.
“Prajurit Bhayangkara asal Banyumas dididik mengutamakan ketulusan. Filosofi itu tercermin dari sosok Bawor yang menempatkan kejujuran sebagai ukuran utama martabat seseorang,” ujar Paijo.
Ia menambahkan, karakter budaya Banyumas yang kritis namun tetap objektif membuat Kombes Pol Budi dikenal sebagai pemimpin yang tegas sekaligus humanis dalam menjalankan tugasnya.
Menurut Paijo Parikesit mengomentari Kapolres Cilacap yang merupakan putra Daerah asli Cilacap, mengatakan Ketika prajurit Bhayangkara Polri ditugaskan di daerah asalnya (dikenal juga dengan kebijakan kembali ke kampung halaman atau penempatan daerah asal), hal ini umumnya membawa dampak positif, baik bagi institusi maupun personel yang bersangkutan.
Biasanya Anggota Polri yang bertugas di tanah kelahirannya cenderung lebih memahami karakteristik sosial, budaya, dan geografis wilayahnya. Hal ini mempermudah komunikasi dan pendekatan dalam menyelesaikan masalah di tingkat lokal.
Dengan pengenalan medan yang baik, prajurit Polri yang ditugaskan didaerah asal dapat bertindak lebih cepat dan tepat dalam memberikan perlindungan dan pelayanan, sesuai dengan sejarah Bhayangkara sebagai penjaga keamanan.
Menurut Paijo Parikesit penempatan seperti Kombes Budi Adhy didaerah asalnya sebagai bagian dari Implementasi Polri Presisi dimana Kebijakan ini sejalan dengan upaya Polri untuk membangun ikatan yang lebih kuat dengan masyarakat (humanis),
Meski berasal dari lingkungan dengan akar disiplin militer yang kuat, Kombes Pol Budi disebut lebih mengedepankan pendekatan persuasif, kedamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengabdiannya.
Menutup keterangannya, Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono menegaskan keinginannya untuk meninggalkan warisan berupa keamanan dan kebaikan bagi masyarakat Cilacap.
“Cilacap adalah rumah saya. Di rumah ini, saya hanya ingin mewariskan kebaikan dan keamanan bagi saudara-saudara saya,” pungkasnya. (red)













