Menjelang 27 Agustus, Konsolidasi Massa di Medsos Mulai Ramai

Sejumlah informasi dan seruan aksi 27 Agustus mulai beredar di media sosial menjelang rencana unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Konsolidasi massa dari sejumlah kelompok masyarakat menjadi perhatian publik. Sumber (Foto ilustrasi)

JAKARTA, Swararakyat.com – Rencana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026) mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah seruan mobilisasi dan informasi mengenai persiapan keberangkatan massa beredar di berbagai platform digital menjelang pelaksanaan aksi.

Baca Juga: Nasib Pemerintahan Prabowo, Budi Arie: Insting Saya Tak Sampai 2029

Salah satu kelompok yang menyatakan akan hadir adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa dari Pati, Jawa Tengah, dilaporkan mulai bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti aksi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus.

Baca Juga: Bus Rombongan Warga Pati Dilempari Batu saat Menuju Jakarta

Selain AMPB, sejumlah kelompok masyarakat lainnya juga disebut akan menyampaikan aspirasi di kawasan Gedung DPR/MPR. Agenda yang dibawa beragam, antara lain desakan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan serta sejumlah tuntutan terkait pemberantasan korupsi dan kebijakan pemerintah.

Seruan aksi tersebut turut mendapat respons beragam di media sosial. Di Instagram, sejumlah akun mengunggah ajakan dan informasi mengenai rencana aksi nasional 27 Agustus. Sementara di Facebook, informasi mengenai kelompok yang akan hadir dan tuntutan yang dibawa juga menjadi bahan perbincangan.

Namun, rencana aksi tersebut tidak mendapat dukungan dari seluruh kelompok. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), misalnya, menyatakan menolak rencana aksi AMPB pada 27 Agustus dengan alasan menjaga ketertiban umum dan persatuan nasional.

Di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan masyarakat tetap memiliki hak menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempersilakan rencana tersebut selama berlangsung tertib dan tidak mengganggu keamanan serta aktivitas masyarakat.

Sementara itu, kepolisian memastikan situasi Jakarta menjelang rencana aksi masih aman dan kondusif. Pengamanan disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Dengan semakin banyaknya informasi yang beredar di media sosial, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai jumlah massa, agenda aksi, maupun potensi gangguan keamanan perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi.

Rencana aksi 27 Agustus kini menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian publik menjelang pelaksanaannya. Perkembangan mobilisasi massa, sikap kelompok-kelompok masyarakat, serta langkah pengamanan aparat masih akan menjadi perhatian hingga hari pelaksanaan aksi. (*)