Jelang 27 Agustus, Pelaku UKM DKI Pilih Netral: Kebijakan Tak Pro Rakyat Tetap Kami Kritik

Ketua UKM IKM Nusantara DKI Jakarta Andy Subhan mengajak pelaku UKM menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif menjelang serta setelah aksi penyampaian aspirasi 27 Agustus 2026. (Foto: Dok. UKM IKM Nusantara DKI Jakarta)

JAKARTA, Swararakyat.com – Menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi pada 27 Agustus 2026, Ketua UKM IKM Nusantara DKI Jakarta Andy Subhan mengajak seluruh pelaku usaha kecil dan menengah untuk tidak mudah terpengaruh isu maupun hasutan yang beredar.

Baca Juga: Menjelang 27 Agustus, Konsolidasi Massa di Medsos Mulai Ramai

Pesan tersebut disampaikan Andy saat dihubungi redaksi Swararakyat.com. Ia menegaskan, pelaku UKM di Jakarta memilih bersikap netral terhadap dinamika yang berkembang menjelang pelaksanaan aksi tersebut.

“Jangan (termakan) isu dan hasutan tanggal 27 (Agustus) nanti. Kita sebagai pelaku UKM (tetap) netral”, ujar Andy.

Menurutnya, sikap netral bukan berarti pelaku UKM bersikap pasif terhadap kebijakan pemerintah. Kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat tetap akan dikritisi, sementara program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha akan diapresiasi.

“Kebijakan yang tidak pro rakyat sudah pasti akan kita kritisi dan program yang baik pasti kita apresiasi,” katanya.

Andy menilai stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi pelaku UKM. Kondisi Jakarta yang aman dan kondusif, menurut dia, akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan usaha dan menjaga pendapatan mereka.

“Selaku UKM di Jakarta berharap Jakarta selalu dalam keadaan kondusif, karena keberlangsungan dan pendapatan para UKM ini salah satu tolok ukurnya dari stabilitas keamanan,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif, baik menjelang pelaksanaan aksi maupun setelahnya.

“Bismillahirrahmanirrahim, kita bisa sama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman dan kondusif,” kata Andy.

Rencana penyampaian aspirasi pada 27 Agustus 2026 menjadi perhatian publik setelah sejumlah kelompok menyatakan akan menyampaikan tuntutan di Jakarta. Di tengah beragam respons tersebut, Andy berharap masyarakat tetap mengedepankan ketenangan serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Menjelang aksi, menurut Andy, pelaku UKM perlu menjaga situasi tetap kondusif. Setelah aksi berlangsung, ia berharap kondisi Jakarta kembali berjalan normal sehingga aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat tidak terganggu.

Bagi pelaku UKM, situasi yang kondusif bukan hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga keberlangsungan aktivitas ekonomi sehari-hari. (*)