Selanjutnya di sektor infrastruktur, dibahas peresmian dan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung serta kerja sama pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Kedua negara mendorong adanya implementasi konkret pembentukan kerja sama baru antara Otoritas IKN dan Shenzhen untuk perencanaan pembangunan kota.
Selain itu, kedua pemimpin membahas partisipasi aktif dan realisasi investasi sektor swasta dan juga BUMN RRT dalam pengembangan konstruksi di IKN.
Baca Juga: Harga Beras Bulan September Turun, Kepala Bapanas: Sudah Mendapat Restu Presiden Jokowi
Berikutnya, dibahas juga terkait dengan kerja sama perdagangan antara RI-RRT. Kedua pemimpin menargetkan perdagangan bilateral antara RI-RRT tahun ini dapat meningkat di atas USD100 miliar.
Untuk itu, Indonesia mendorong perluasan dan kemudahan akses produk Indonesia seperti sarang burung walet, hasil pertanian seperti buah durian dan produk laut.
Pertemuan juga membahas terkait kerja sama kesehatan RI-RRT. Indonesia menyambut dengan baik adanya Forum Investasi Kesehatan dan Biotek di Chengdu yang menghasilkan komitmen kerja sama senilai USD1.5 miliar.
Baca Juga: Hadiri KTT ASEAN, Ketua MPR Apresiasi Kepemimpinan Presiden Jokowi
Dari kerja sama ini diharapkan Tiongkok dapat memberikan kerja sama pendanaan pembangunan National Gene Bank dan pusat bioteknologi di Indonesia.













