JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Tokoh muda Nahdlatul Ulama, Gus Lilur, melontarkan kritik terbuka terkait kepemimpinan di tubuh organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut. Ia menyuarakan keprihatinannya terhadap latar belakang keilmuan pesantren yang dimiliki oleh KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin.
Dalam sebuah cuplikan video yang beredar di platform TikTok, Gus Lilur menilai bahwa Gus Kikin tidak cukup mumpuni untuk disebut sebagai ulama. Latar belakang pendidikan dan rekam jejaknya dianggap tidak mendukung ranah keilmuan agama secara mendalam.
“Tapi mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Pesantren Tebuireng, Gus Kikin sama sekali tidak bisa ngaji,” tegas Gus Lilur dalam unggahan video tersebut.
Gus Lilur menambahkan, sejak awal rekam jejak Gus Kikin lebih banyak dihabiskan di dunia profesional. Menurutnya, fokus karier Gus Kikin selama ini terjun di dunia bisnis dan beraktivitas sebagai seorang pengusaha.
Pernyataan menohok ini memicu beragam tanggapan dari warga nahdliyin dan netizen di media sosial. Sebagian pihak menilai kapasitas manajerial dan pengalaman bisnis tetap krusial untuk mengelola organisasi di era modern, sementara pihak lain berpandangan bahwa penguasaan keilmuan pesantren klasik dan kitab kuning harus menjadi syarat utama bagi jajaran pimpinan NU.(Red)













