Gempa Susulan Terus Guncang NTT, 5.688 Gempa Tercatat dan 150.576 Warga Mengungsi

Foto: Gempa bumi M 5,2 di 66 km TimurLaut Manggarau Timur-NTT, Tidak Berpotensi Tsunami (Foto: Situs Website BMKG)

JAKARTA, Swararakyat.com – Aktivitas gempa bumi susulan masih terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Baca Juga: BREAKING UPDATE: BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M 7,7 Flores, Puluhan Gempa Susulan Masih Terjadi

Berdasarkan pemutakhiran data hingga Minggu (23/8/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 5.688 gempa susulan terjadi di wilayah NTT. Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo antara 1,1 hingga 6,2, dengan 130 kejadian di antaranya dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Kabut Asap Kepung Kalimantan Tengah, Ribuan Kejadian Karhutla Tercatat

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah warga yang mengungsi mencapai 150.576 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan jumlah pengungsi sebelumnya yang berada di kisaran 130 ribu jiwa.

Dampak gempa juga menyebabkan korban jiwa. BNPB melaporkan 87 orang meninggal dunia dan 1.298 orang mengalami luka-luka, termasuk 336 orang yang mengalami luka berat.

Korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten, yakni 31 orang di Manggarai, 30 orang di Manggarai Timur, 13 orang di Nagekeo, sembilan orang di Sikka, empat orang di Ngada, dua orang di Ende, dan satu orang di Manggarai Barat.

Untuk jumlah pengungsi, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan angka tertinggi, yakni 41.427 orang, disusul Nagekeo sebanyak 34.256 orang dan Manggarai Timur 31.372 orang.

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa rangkaian gempa susulan pascagempa utama Flores masih berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Hingga 21 Agustus, BMKG mencatat 4.258 gempa susulan dan memperkirakan aktivitas tersebut dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu.

Gempa susulan juga masih tercatat pada 22 Agustus. Salah satunya gempa berkekuatan magnitudo 5,2 yang terjadi pukul 08.31 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 68 kilometer timur laut Ruteng, Manggarai. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.

Penanganan terhadap warga terdampak masih dilakukan oleh pemerintah bersama TNI, Polri, relawan, dan berbagai lembaga kemanusiaan. BNPB mencatat ribuan personel telah dikerahkan untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak. (ESH)