JAKARTA, SWARARAKYAT.COM — Spekulasi mengenai penyebab maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali hangat diperbincangkan publik. Yudo Sadewa, putra dari Menteri Keuangan Purbaya, melemparkan tuduhan tajam terkait keterlibatan mafia dan oligarki di balik bencana lingkungan yang melanda sejumlah titik tersebut.
Dalam unggahan di media sosialnya, Yudo menilai serangkaian insiden kebakaran yang terjadi di tengah fenomena El Niño bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan ada unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu oleh kebijakan pemerintah.
“Kita tahu sendiri lah ketika Prabowo buat aturan tentang bursa komoditas, tiba-tiba kebakaran. Aneh? Iya! Ini ulah mafia dan oligarki yang lahan basahnya dibongkar,” tulis Yudo dalam hantaran resminya.
Baca Juga: Kebakaran Besar di Hong Kong: 44 Tewas, Ratusan Warga Masih Dilaporkan Hilang
Ia menambahkan bahwa momentum cuaca ekstrem sengaja dimanfaatkan oleh para pelaku untuk menyamarkan aksi pembakaran lahan. Menurutnya, langkah berani pemerintah dalam menertibkan tata kelola bursa komoditas nasional telah memicu perlawanan balik dari kelompok pemilik kepentingan skala besar.
“Sekaligus memanfaatkan peristiwa El Niño mereka sengaja bakar. Makanya jangan kaget kalau banyak yang mau menggulingkan Pak Prabowo,” lanjutnya.
Antara Fenomena Alam dan Retorika Politik
Pernyataan Yudo mendulang respons beragam dari pengguna media sosial. Sebagian kalangan menilai tuduhan tersebut memotret realitas lapangan mengenai praktik pembersihan lahan (land clearing) ilegal yang kerap menunggangi musim kemarau panjang.
Baca Juga: Dari Candaan WhatsApp Berujung Kebakaran: Pegawai Diskominfo Kukar Kini Jadi Tersangka
Namun, tidak sedikit pula pengamat yang mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menarik kausalitas antara bencana lingkungan dan dinamika politik nasional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait indikasi sabotase sistematis sebagaimana yang dilayangkan dalam klaim tersebut. Investigasi forensik di titik-titik kebakaran masih terus berjalan guna memastikan penyebab pasti karhutla di wilayah Kalimantan.(Red)









